Cara Menghitung Gaji dan Lembur Karyawan dengan Benar

Payroll1 menit baca

Kesalahan hitung gaji sering muncul dari hal sederhana: data kehadiran yang belum lengkap, lembur yang tidak tercatat, atau potongan yang lupa dimasukkan. Alurnya bisa dibuat rapi bila komponen gajinya jelas.

Komponen gaji yang perlu dicatat

  • Gaji pokok dan tunjangan tetap
  • Tunjangan tidak tetap, seperti uang makan atau transportasi
  • Upah lembur
  • Potongan, misalnya keterlambatan, kasbon, atau iuran
  • Pajak penghasilan dan iuran jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku

Rumus upah lembur

Dasar yang umum dipakai di Indonesia adalah upah per jam sebesar 1/173 dari upah sebulan. Untuk lembur di hari kerja, jam lembur pertama dihitung 1,5 kali upah per jam, dan jam berikutnya 2 kali upah per jam.

Contoh: upah sebulan Rp5.190.000 berarti upah per jam Rp30.000 (5.190.000 ÷ 173). Lembur 3 jam di hari kerja: jam pertama 1,5 × 30.000 = Rp45.000, dua jam berikutnya 2 × 2 × 30.000 = Rp120.000. Totalnya Rp165.000.

Kurangi kesalahan dengan menghubungkan data

Cara paling efektif adalah menghubungkan presensi, lembur, cuti, dan payroll dalam satu sistem. Jam kerja tidak perlu direkap ulang di spreadsheet, dan slip gaji dihasilkan dari data yang sama.

Checklist sebelum payroll dijalankan

  1. Semua presensi bulan berjalan sudah final
  2. Lembur dan cuti sudah disetujui atasan
  3. Potongan dan tunjangan sudah diperbarui
  4. Hasil hitung dicek pada beberapa sampel karyawan

Coba Nappeople gratis 1 bulan

Presensi GPS + selfie, cuti, dan payroll dalam satu sistem.

Hubungi Kami →